Sikap Seorang Muslim Menghadapi Virus Corona (CoVid-19)

Hingga artikel ini diterbitkan, sekitar 2 minggu yang lalu, new normal atau dengan berakhirnya PSBB serta berlakunya aturan baru untuk batasan operasional tempat - tempat umum sudah dijalankan, bersumber dari Kemenkes RI, Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto, sudah puluhan ribu kasus yang terjadi di Indonesia dan ribuan orang meninggal serta masih terus meningkat akibat virus ini dengan grafik peningkatannya dapat dilihat di public.flourish.studio/story/247705. Banyak sekali topik yang diangkat terkait virus ini, mulai dari konspirasi dibalik virus ini, beberapa ustadz menyatakan virus ini merupakan tentara Allah, hingga yang meninggal akibat virus ini dinyatakan syahid langsung pergi ke surga.



Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata, aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tha’un, lalu Beliau memberitahukan:
إِنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَـبْـعَـثُـهُ اللهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ اللهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِيْنَ، فَلَيْسَ مِنْ عَبْدٍ يَـقَعُ الطَّاعُوْنُ، فَـيَمْكُثُ في بَلَدِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا، يَعْلَمُ أنَّهُ لَنْ يُصِيْبَهُ إِلَّا مَا كَـتَبَ اللهُ لَهُ، إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْـلُ أَجْرِ الشَّهِيْدِ» أخرجه البخاري
"Tha'un ialah adzab yang Allah turunkan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan bahwasannya Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi kaum mukminin. Tidak seorangpun yang terserang penyakit tha'un kemudian dia tetap diam di daerahnya dengan sabar dan mengharap ganjaran dari Allah, dia mengetahui bahwa tidak ada yang menimpanya kecuali apa yang telah Allah tetapkan baginya, kecuali dia akan mendapat ganjaran seperti orang yang mati syahid." [Shahih: HR. Al-Bukhari (no. 3474, 5734, 6619), Ahmad (IV/252), dan an-Nasaa-i dalam Sunanul Kubra (no. 7483].

Beberapa literatur mengenai definisi tha'un antara lain Masyaariq al-Anwaar 1/321, Kasyaaf al-Qinaa’ 4/323, Majma’ Bihaar al-Anwaar 3/447 yang menyatakan
قروح تخرج في المغابن والمرافق، ثم تعم البدن ويحصل معه خفقان القلب
"Borok yang (bermula) muncul pada daerah inguinal (pangkal paha) dan siku, kemudian menyebar ke seluruh badan, yang diiringi dengan debaran jantung yang sangat kencang (palpitasi jantung)." 

Sedangkan literatur terkait wabah dari Syarh Muktashar Khaliil 5/133 merupakan makna yang lebih umum sehingga menjadikan setiap tha'un itu wabah namun tidak sebaliknya.
مرض عام يصيب الكثير من الناس في جهة من الأرض دون سائر الجهات، ويكون مخالفًا للمعتاد من الأمراض في الكثرة وغيرها، ويكون نوعًا واحدًا

"Penyakit yang menimpa banyak orang di suatu wilayah di permukaan bumi, tidak seluruhnya. Penyakit ini berbeda dengan penyakit pada umumnya, korban jiwa yang ditimbulkan begitu banyak, dan umumnya penyakit ini spesifik."

Sikap yang seharusnya diambil seorang muslim terkait wabah ini tidak jauh berbeda dengan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia sebagai ulil amri. Berikut hadist sahih (muttafaqun 'alaihi) yang telah disepakati oleh imam bukhari dan imam muslim terkait tha'un:
إِذَا سَمِعْتُمُ الطَّاعُونَ بِأَرْضٍ، فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأرْضٍ، وأنْتُمْ فِيهَا، فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا. متفق عَلَيْهِ
"Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian ada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu.
Untuk topik konspirasi, apapun itu konspirasinya, sebagai seorang muslim sudah seharusnya tetap berpegang dengan sumber hukum islam. Tetap mengikuti protokol kesehatan anjuran kebijakan dari pemerintah yang selaras dengan agama islam. Sedangkan terkait shaf yang renggang dalam shalat berjamaah dalam kondisi new normal ini, terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama dalam masalah ini. Silahkan pembaca untuk menjalankan sesuai dengan keyakinan dari pendapat yang dinilai lebih tepat dikarenakan ini merupakan suatu khilafiyah ijtihadiyyah.
Bagi yang sedang terkena virus ini, jangan menyerah, selalu berdoa, ikhtiar, tawakal, ikhlas, dan sabar. 

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ وَأَبُو الطَّاهِرِ وَأَحْمَدُ بْنُ عِيسَى قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ عَنْ عَبْدِ رَبِّهِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Telah menceritakan kepada kami [Harun bin Ma'ruf] dan [Abu Ath Thahir] serta [Ahmad bin 'Isa] mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahb]; Telah mengabarkan kepadaku ['Amru] yaitu Ibnu Al Harits dari ['Abdu Rabbih bin Sa'id] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Setiap penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, maka akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah 'azza wajalla." [Shahih: HR. Muslim, al-Alamiyah 4084 Syarh Shahih muslim 2204]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya Belajar Tauhid

Bahaya Riba Bagi Masyarakat